5 Brand Lokal Indonesia yang Diam-Diam Sudah Mendunia
Banyak dari kita yang bangga saat membeli produk buatan luar negeri. Padahal, tanpa disadari, ada banyak produk buatan Indonesia yang justru mendominasi pasar internasional dan dip…

Banyak dari kita yang bangga saat membeli produk buatan luar negeri. Padahal, tanpa disadari, ada banyak produk buatan Indonesia yang justru mendominasi pasar internasional dan dipakai oleh jutaan orang di belahan dunia lain.
Mungkin kamu sering melihat merek-merek ini di etalase toko atau bahkan menggunakannya sehari-hari, tetapi tidak tahu bahwa mereka berasal dari Indonesia. Berikut adalah 5 brand lokal Indonesia yang diam-diam sudah berekspansi dan sukses di pasar global.
1. Kopiko
Siapa yang tidak kenal dengan permen rasa kopi yang satu ini? Kopiko kini telah diekspor ke lebih dari 80 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, negara-negara di Eropa, hingga Timur Tengah.
Kepopulerannya semakin melonjak secara global setelah Kopiko muncul sebagai product placement di berbagai serial Drama Korea (Drakor) populer. Menariknya, banyak konsumen mancanegara yang mengenal dan menyukai Kopiko jauh sebelum mereka mengetahui bahwa permen ini diproduksi di Indonesia.
2. Indomie

Bagi masyarakat Indonesia, Indomie adalah makanan sejuta umat. Namun di luar negeri, dampaknya jauh lebih besar. Di Nigeria, kata "Indomie" bahkan telah menjadi generic trademark atau kata benda umum yang merujuk pada semua jenis mie instan.
Selain di Afrika, Indomie dipasarkan secara luas di supermarket nasional Australia, Eropa, hingga Amerika Serikat. Indomie menjadi salah satu contoh paling sukses bagaimana produk kuliner lokal mampu menguasai lidah konsumen internasional.
3. Polytron

Banyak orang mengira Polytron adalah merek elektronik asal Jepang, Korea, atau Eropa. Alasan utamanya adalah pemilihan nama merek yang terkesan canggih dan modern.
Padahal, Polytron lahir di Kudus, Jawa Tengah, di bawah naungan Djarum Group. Perusahaan elektronik lokal ini tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga telah berekspansi ke beberapa negara di Asia Tenggara hingga benua Afrika.
4. Krisbow
Ketika mencari tools, peralatan teknik, atau perlengkapan rumah tangga, nama Krisbow sering menjadi pilihan utama. Namanya yang kebarat-baratan kerap membuat konsumen menganggap Krisbow sebagai brand impor.
Faktanya, Krisbow lahir dari Kawan Lama Group (perusahaan asli Indonesia). Nama "Krisbow" sendiri diambil dari singkatan nama pendirinya, yaitu Krisnandi Bowosaputro. Saat ini, produk Krisbow telah merambah ke pasar mancanegara seperti Malaysia, Filipina, dan beberapa negara tetangga lainnya.
5. Wings Group (So Klin, Mie Sedaap)
Wings Group merupakan salah satu konglomerat FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) terbesar di Indonesia. Merek-merek populer seperti So Klin, Nuvo, hingga Mie Sedaap diproduksi oleh perusahaan asal Surabaya ini.
Produk-produk dari Wings Group kini dapat ditemukan di puluhan negara di Asia, Afrika, hingga Amerika Latin. Karena strategi pemasaran lokalnya yang kuat di tiap negara ekspor, banyak konsumen luar negeri yang tidak mengidentifikasi brand-brand ini sebagai produk buatan Indonesia.
Kesimpulan
Brand lokal Indonesia memiliki potensi dan daya saing yang luar biasa di tingkat internasional. Keberhasilan 5 brand di atas membuktikan bahwa dengan strategi branding yang tepat, kualitas produk yang terjaga, serta pemahaman pasar yang baik, produk buatan Indonesia mampu bersaing dan menjadi pemimpin pasar di mancanegara.
Artikel Terkait





